free online dating
free online dating
online dating sites
best dating sites
free dating
free online dating sites
free dating sites
dating sites
best dating sites
dating websites

STIPER Dan STAIS, Terancam Tak Dapat Dana Hibah

Sangatta — Tahun ini mungkin tahun kelam bagi yayasan di Kutim, terutama yang selalu mendapat bantuan hibah dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dikarenakan pihak Pemkab dan DPRD juga tak berani mengambil resiko, jika memaksakan untuk memberikan bantuan hibah terus menerus bagi yayasan. Selama ini terdapat dua yayasan yang selalu mendapatkan bantuan dari Pemkab Kutim, yang dipastikan tak akan mendapat bantuan tahun 2012 ini, yakni yayasan Stiper, yang menaungi  Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Yayasan STAIS, yang menaungi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIS).
Dua yayasan ini, menurut sumber yang layak dipercaya di DPRD, mengatakan  jika yayasan ini tidak akan mendapat alokasi dana hibah dalam tahun ini. Sebab Permendagri 32 tahun 2011  menegaskan yayasan tidak boleh secara terus menerus mendapat anggaran tiap tahun dari APBD. “Semenjak berdiri, kedua yayasan ini  tiap tahun mendapat anggaran hibah dari APBD. Tahun ini tidak mungkin lagi, karena tahun lalu telah mendapat anggaran,” terang sumber yang tak mau disebutkan namanya itu.
Dijelaskan, sesuai dengan hasil koordinasi DPRD dengan Pemkab Kutim serta pihak terkait lainya dipastikan tidak ada celah untuk memberikan anggaran terus menerus buat dua yayasan ini.  Sebab dalam aturan,  hanya ada beberapa  organisasi  yang boleh mendapat anggaran atau hibah secara terus menerus. Diantaranya adalah KNPI, KONI, Pramuka, Panitia Pemberangkatan Haji adapun sementara untuk yayasan tidak dapat seperti itu.

“Jadi ini berarti dua yayasan  yang menaungi  perguruan tinggi ini  tidak  akan dapat hibah tahun ini. Emang kita mau di borgol kalau kasi hibah terus menerus,” ketus sumber tadi. Dijelaskan,  dari konsultasi yang dilakukan, perguruan tinggi domainnya di Pusat. “Seandainya minta dana ke pusat., mungkin bisa, sebab itu domainnya. Karena kabupaten hanya  sebatas  pada SMU ke bawah,” pungkasnya. Mengigat Anggaran Disdik  yang 20 persen dari APBD atau sekitar Rp400 miliar cukup besar, apakah dapat disalurkan ke STAIS dan Stiper, sumber tadi pun menyatakan tidak mungkin. Sebab dana itu hanya diperuntukkan pada SMU ke bawa, sesuai dengan domain  kabupaten. Sementara untuk perguruan tinggi,  domain pusat, karena itu tidak mungkin dana Disdik akan diberikan pada dua yayasan itu dalam tahun ini.

Sekedar diketahui,  di dua perguruan tinggi yang didirikan Pemkab Kutim ini, mahasiswa mendapat ilmu dengan gratis, tanpa  membayar apapun. Sebab  sejak didirikan, kedua yayasan  yang menaungi perguruan tinggi ini mendapat bantuan dana hibah  terus menerus untuk biaya operasional tiap tahun, sehingga  mahasiswa tak perlu memikirkan biaya kuliah. (GWP)

Leave A Comment

*