dating sites
free dating sites
dating websites
asian dating
dating sites
best dating sites
free online dating
dating site
free dating site
free online dating sites

PDAM Harus Kreatif Dalam Beroperasi

SANGATTA,GWP (19/6) -Kepala Bappeda Kutim Suprianto menegaskan, PDAM sebagai BUMD Kutim harus kreatif dan mampu mengembangkan dirinya agar bisa lebih besar dan menjadi sehat. Namun, kenyataanya PDAM masih terkendala dengan permodalan sementara alokasi subsidi Pemkab terbatas untuk pembangunan infrastruktur.

Sebagai BUMD, PDAM Tirta Untung Benua, kata Suprianto kepada sejumlah wartawan yang menjumpainya belum lama ini, ada tantangan terbesar yang dihadapi yakni memberikan pelayanan minimal 80 persen penduduk Kutim pada 2015 mendatang. “Target delapan puluh persen itu terkait dengan MDGs dalam pemenuhan kesejahteraan rakyat dan pembangunan secara keseluruhan,” terang mantan Kabag Pembangunan Setkab Kutim ini.

Ia mengakui, untuk mengembangkan diri, PDAM Tirta Untung Benua  tidak mungkin membangun sendiri fasilitasnya karenanya Pemkab Kutim  yang membangun, sehingga pembangunan yang dibuat Pemkab Kutim dianggap sebagai investasi penyertaan modal.

Lebih jauh, ia menyebutkan, jika PDAM diberikan beban untuk memenuhi target 80 persen atau sekitar 364 ribu warga Kutim tentu terkendala dana, sementara persoalan operasi dan kehilangan produksi akibat pencurian atau penyambungan illegal membuat PDAM nyaris kolep. “Pemkab Kutim bersama pemerintah pusat membangun fasilitas dan infrastrukturnya, sementara PDAM menangani operasi sehingga semua menjadi jelas dan tegas,” kata pria yang selalu berpenampilan kalem ini.

Sebagai bentuk tanggungjawab Pemkab Kutim kepada masyarakat, Pemkab Kutim terus membangun sarana air bersih mulai dari instasi pengolahan (IPA) sampai pipa, tidak heran hampir semua kecamatan  kecamatan telah memiliki jaringan PDAM. meski jangkauannya belum memenuhi syarat 80 persen. Penyebabnya beragam, kata Suprianto, mulai letak kecamatan sampai persoalan lahan dan dukungan masyarakat.

Ia menambahkan, karena investasi Pemkab Kutim,  PDAM dalam menghitung biaya air akan berkurang sebab  komponen investasi dalam harga air akan turun, bahkan tidak ada. Karena itu, harga air tidak akan terlalu tinggi agar terjangkau masyarakat seperti sekarang karena  yang  dihitung hanya BBM, Zat   kimia dan gaji karyawan serta adminitrasi.“Kalau masih ada kekurangan dana untuk operasionalnya,  PDAM harus bekerja keras untuk memenuhi biaya operasional karena banyak yang dapat lakukan dalam  efisiensi agar biaya operasional dapat ditekan, sehingga tidak merugi,” ungkap Suprianto.

Keterangan yang diperoleh Dirut PDAM Aji Tirta Minarni, kalau PDAM Kutim selama ini selalu mengalami kerugian karena biaya operasional tidak sebanding dengan pemasukan terlebih adanya harga BBM sampai Rp 9 ribu perliter, kemudian bahan kimia mengalami kenaikan serta masih banyaknya pencurian.(GWP-1)

Leave A Comment

*