Editorial

Rakyat, ‘Gadaikan SK DPRD’ Sungguh Terlalu

SANGATTA GWP (29/9) – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) yang baru saja dilantik baik kiranya menahan diri terlebih dahulu bila mana ada niat untuk menggadaikan SK DPRD nya. Pasalnya, mendengar isu tersebut, masyarakat Kutim siap menghujat bila mana ada salah satu anggota DPRD yang melakukan hal tersebut. Edy Saputra salah satunya, aktivis mahasiswa ini menilai, bila mana ada anggota DPRD yang menggadaikan SK nya maka hal tersebut patut untuk dipertanyakan. Karena anggota DPRD harus benar-benar menyerap aspirasi rakyat, bukan malah menggadaikan SK mereka ke Bank ataupun kepenggadaian. Kalaupun dipaksakan, maka mereka tidak bersungguh-sungguh kerja untuk rakyat. “Kami minta agar anggota DPRD Kutim yang dilantik tidak menggadaikan SK nya ke Bank. Karena apabila hal tersebut dilakukan…

Pengangguran Di Kutim Menurun

SANGATTA GWP (29/9) – Penelusuran yang dihimpun GWP, terhitung sampai saat ini 2014, data yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnekertrans) tentang pengangguran yang ada di Kutai Timur (Kutim) dinilai menurun signifikan. Ya, jika dibandingkan ditahun 2010 lalu, Kutim masih menampung sedikitnya 15.456 pengangguran. Sedangkan data 2013 hingga saat ini hanya berkisar 4.720 pengangguran. “Sesuai dengan data yang ada, pengangguran sedikit menurun dari tahun ke tahun. Ditahun 2010 silam, pengangguran di Kutim masih terlalu tinggi yatni 15.456 jiwa. Sedangkan untuk tahun 2013 sudah menurun menjadi 4.720 jiwa saja lagi,”ujar Kadisnakertrans Abdullah Fauzie didampingi Kepala bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (PPTK) Musripah. Menurunnya pengangguran katanya kerena dugaan besar banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka…

Kisah Inspirasi : Langgar Aturan, Di Hukum Baca Al-Qur’an

SANGATTA GWP (25/9) –Sekarang bukan lagi jamannya menghukum siswa-siswi dengan hukuman yang berat dikala melakukan kesalahan. Baik itu dengan cara memarahi, menjemur ditiang bendera, disuruh berdiri dengan satu kaki atau bahkan dengan kontak bandan. Tetapi, dijaman serba modern dan maju seperti ini, baik kiranya hukuman kepada murid dilakukan dengan hal yang positif dan berguna. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah Menegah Pertama (SMP) Darud Dakwal Al Isyad (DDI). Sekolah yang terletak dijalan Sudirman Gang Assa’diyah Desa Sangatta Utara Kecamatan Sangatta Utara tersebut menerapkan hukuman membaca Al-Quan kepada seluruh siswanya bila mana melanggara aturan. Seperti, aturan kedisiplinan, datang terlambat, ganggu teman pada saat belajar, tidak mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. “Kalau melanggar aturan kita akan hukum anak-anak…

Jelang Qurban, Sapi Laris, Kambing Sepi

SANGATTA GWP (25/9) – Walaupun perayaan Hari Raya Idul Adha atau biasa disebut dengan hari qurban masih terhitung satu bulan lagi, namun antusias warga Sangatta Kutai Timur (Kutim) untuk berqurban di satu tahun sekali ini terbilang tinggi. Pasalnya, sejak terhitung dari bulan Agustus hingga September 2014 ini, penjulan sapi bali dan prambon sudah terjual sebanyak 30 ekor lebih. Belum lagi ditambah dengan pesanan warga yang belum dipenuhi. “Untuk stok sapi dari Agustus lalu sebanyak 74 ekor dan sudah terjual 30 ekor. Sisanya 46 ekor lagi. Untuk menambah, kami didatangkan lagi 36 ekor sapi tambahan. Alhamdulillah baru satu bulanan sudah laris 30 ekor lebih. Dan diperkirakan akan terus bertambah pembeli disaat mendekati hari H,”ujar Yudianto pengusaha…

Operator Ponton Tolak Jembatan Masabang

SANGATTA GWP (25/9) – Adanya isu pengusulan jembatan Masabang penghubung Sangatta Utara ke Sangatta Selatan yang akan diusulkan oleh anggota DPRD tampaknya tidak akan berjalan mulus. Pasalnya, sebagian operator yang biasa mengayuh pontonnya hulu hilir menolak tegas perihal tersebut. Farhan salah satunya,dia mengatakan, ponton merupakan salah satu penghasilan utama yang digawenya setiap hari. Tanpa ponton, dirinya jelas tidak mendapatkan penghasilan untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya. Selain itu, dia juga berdalih bahwasannya jembatan penyeberangan sudah lebih dari cukup. “Kalau ada jembaran lagi di Masabang, maka itu akan mematikan pencaharian saya. Toh arah APT. Pranoto tembus kampung kajang sudah ada jembatan dan di tambah lagi arah pertamina juga ada jalan. Ngapain lagi dibuat jembatan disini (Masabang),”ujar Farhan warga…

Anggota DPRD Kutim Bicara RUU Pilkada

SANGATTA GWP (25/9) – Tidak hanya anggota DPR RI pusat yang gencar membicarakan RUU Pilkada, namun anggota DPRD Kutim juga akhirnya angkat bicara. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agusriansyah Ridwan salah satunya, dia mengatakan bahwa pemilihan pilkada secara langsung menurutnya merupakan hal yang seharusnya tidak perlu dilanjutkan. Karena katanya, sesuai dengan yang diketahuinya, pemilihan secara langsung idealnya hanya diperuntukan dalam pemilihan anggota DPRD dan presiden. Sedangkan melalui tidak langsung, lebih tepatnya dalam pemilihan kepala daerah. “Bukan masalah setuju atau tidaknya. Tetapi ini masalah aturan, ini masalah konstitusi. Kalau masih dipaksakan untuk pemilihan langsung maka itu akan cacat secara konstitusi,”ujar Agusriansyah. Menurut pandangannya, pemilihan langsung terlalu banyak sekali dampak negatifnya. Pertama, sebutnya, pemilihan langsung jelas memakan…

LPG Langka, Warga Minta Polisi Awasi Pedagang

SANGATTA GWP (24/9) – Kenaikan gas elpiji 12 kilo gram tampaknya menjadi kekawatiran serius bagi warga Sangatta Kutai Timur. Bukan karena harga, melainkan karena adanya dugaan besar pengoplosan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh sebabnya, Dini ibu rumah tangga desa Sangatta Utara kecamatan Sangatta Utara meminta agar kiranya polisi mengawasi penjualan elpiji dipasaran menjelang kenaikan harga komoditas tersebut. Selain itu, bila mana hal tersebut tertangkap tangan atau dicurigai melakukan kecurangan, polisi juga diminta untuk menangkap pengoplos atau pelaku pencampuran elpiji bersubsidi kemasan 3 kilogram ke tabung 12 kilogram yang dijual tanpa subsidi. Besar kemungkinan, di Sangatta dan bahkan didaerah pedalaman melakukan praktek curang tersebut. “Karena kenaikan harga elpiji 12 kilogram bisa mengundang…

Pro-Kontra Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999

SANGATTA GWP (24/9) – Adanya usulan dari DPR-RI untuk kembali ke Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999  yang mengatur kepala daerah dipilih oleh DPRD pada tahun 2015 mendatang tampaknya tidak akan berjalan lancar seperti mulusnya usulan. Pasalnya, penolakan tidak hanya berdatangan dari masyarakat kecil saja, melainkan mayoritas masyarakat Indonesia termasuk Sangatta Kutai Timur. Andi Nasriadi Baso mantan aktifis mahasiswa ini menilai, bila mana ada UU tersebut kembali diterapkan maka dikhawatirkan potensi orde baru dan kepentingan elit politik akan mendominasi. Selain itu, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur kepala daerah dipilih secara langsung oleh rakyat tidak lagi dirasakan oleh rakyat itu sendiri. Jelas, sepanjang UU tersebut diberlakukan, niscaya masyarakat akan menjadi penonton setia…

Hut Satlantas ke 59, Polres Kutim gelar berbagai Event

SANGATTA GWP (24/9) - Pada tanggal 22 September 2014 lalu polisi lalu lintas berulang tahun yang ke 59. Pada tahun ini, Hut Polantas mengusung Tema “ Mewujudkan pelayanan kamseltibcar lantas prima , penguatan sinergi polisional. Dalam rangka hari ulang tahun Lalu Lintas ke 59 tahun 2014, satuan lalu lintas Polres Kutim menggelar sejumlah event untuk memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya melakukan Bakti Sosial Donor Darah yang berlokasi di PMI Sangatta yang diikuti seluruh personil Sat Lantas Polres Kutim. ” Donor darah ini dikhususkan untuk anggota Polisi, semoga darah kami bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan darah” kata AKBP Edgar Dipenogoro, S.Ik,MH Sebelumnya pada hari Senin sampai Selasa tanggal 15 dan 16 September 2014 Satlantas juga telah melaksanakan kegiatan Lomba Cerdas Cermat Lalu Lintas tingkat SMA/SMK/MA…

Ini Tanggapan Anggota DPRD Tentang Pin Emas

SANGATTA GWP (23/9) – sebanyak  40 Anggota dewan terpilih akan mendapatkan masing masing Pin emas Selain mendapatkan ruangan dingin dan kursi empuk, dan diberikan fasilitas mobil operasional. Pin tersebut dikabarkan seberat enam gram yang nantinya akan melekat didada kiri semua anggota dewan. Menangapi mengenai adanya pemberian pin emas yang akan dikenakannya kelak, Politisi Partai Gerindra Didiek Prabowo Kusumo mengatakan, mengenakan pin emas merupakan hal yang tidak bertentangan bilamana ada di atur dalam peraturan dan nantinya akan menjadi asset. Kecuali, penggunaan pin emas tidak diatur maka hal tersebut perlu kiranya dibahas ulang. “Setahu saya, setiap fasilitas dewan yang besarannya diatas 250 ribu sudah dipastikan akan menjadi asset. Nah kalau itu menjadi asset dan juga diatur maka…