best dating sites
dating site
dating sites
dating sites free
free online dating
asian dating
free dating websites
free dating
best dating sites
free online dating sites

Nelayan Hentikan Aktifitas PT Tobe di Kenyamukan

SANGATTA,GWP (25/4) -Sejumlah nelayan di Kenyamukan Kelurahan Teluk Lingga Kecamatan Sangatta Utara meminta PT Tobe  Indah untuk segera menggantikan kerusakan alat tangkap mereka yang terkena aktifitas perusahaan.

Karena tidak ada jawaban menggembirakan, akhirnya, nelayan yang sebagian besar warga Kenyamukan , menghentikan aktifitas PT Tobe Indah di Kenyamukan. “Kami minta PT Tobe Indah bertanggungjawab dengan kerusakan alat tangkap kami yang rusak, jika tidak ada penggantian PT Tobe Indah jangan melanjutkan pekerjaannya,” kata Edy Endang – Koordinator Nelayan.

Aksi penghentiannya kegiatan PT Tobe Indah dilakukan warga masyarakat dengan membentangkan spanduk di areal kerja PT Wika, kontraktor pembangunan Pelabuhan Kenyamukan. “Kami bisa mengijinkan perusahaan beraktifitas lagi jika perusahaan bisa memenuhi kerusakan alat tangkap nelayan seperti belat, jika tidak selama itu kami akan memblokir aktifitas mereka,” ungkap Edy belum lama ini.

Kepada GWP, Edy menyebutkan, mereka sudah berkali-kali meminta top pimpinan PT Tobe Indah datang  berunding dengan warga, namun permintaan warga tidak pernah diindahkan. “PT Tobe Indah beranggapan selama ini dilokasi kerja mereka tidak ada belat atau alat tangkap milik warga Kenyamukan,”  sebut Edy.

Lebih jauh Edy menyebutkan, perusakan terjadi sejak PT Tobe menjadi bagian dari pekerjaan Pelabuhan Kenyamukan. Namun, sebagai perusahaan skala nasional, PT Tobe tidak pernah melakukan koordinasi dengan warga masyarakat apalagi ketika alat tangkap nelayan terkena dampaknya.

Sementara itu, seorang beberapa pekerja PT Tobe kepada GWP mereka mengaku tidak mengerti dengan tuntutan warga masyarakat, pasalnya selama ini mereka tidak pernah melihat adanya alat tangkap ikan.

Ketika  dijumpai terpisah belum lama ini, disebutkan, PT Tobe hanya sebagai kontraktor dari sebuah proyek yang diprogramkan Pemkab Kutim. “PT Tobe hanya sebagai pekerja dari sebuah proyek yang direncanakan Pemkab Kutim yakni pelabuhan, jika proyek ini selesai maka yang menggunakan adalah Pemkab Kutim, dengan demikian seharusnya Pemkab Kutim yang wajib menosisialisasikan kepada masyarakat bahwa dalam kawasan ini dan ini nantinya ada kegiatan proyek sehingga nelayan atau warga masyarakat tidak beraktifitas di kawasan yang sudah ditetapkan,” beber  mereka.(GWP-1)

Leave A Comment

*