dating sites
free online dating
free dating sites
best dating sites
dating sites
free online dating sites
free dating sites
dating websites
free dating
free online dating

KPC Persiapkan Karyawan Unggul Menghadapi Tantangan Perusahaan

SANGATTA(05/2)-Lemahnya harga batubara mendorong PT Kaltim Prima Coal (KPC) memutuskan untuk mengurangi jumlah alat yang beroperasi.Akibatnya, sejumlah karyawan tidak mengoperasikan alat sebagaimana biasanya. Namun demikian, KPC  tetap merasa optimis bahwa harga batu bara akan kembali membaik. Perusahaan justru melihat kondisi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing serta mempertahankan semangat karyawannya. “Kita optimis harga batu bara akan kembali membaik. Justru saat ini waktu yang tepat untuk membangun kapasitas dan daya saing karyawan dalam jumlah besar secara bersamaan,” ungkap Posman Sirait, Manager Learning & Development (L&D),Divisi Human Resources KPC, Rabu (30/1), di kantornya di J22, Wisma Prima, Swarga Bara, Sangatta.

Pembangunan kapasitas yang dimaksud Posman adalah dengan pelaksanaan pelatihan karyawan untuk mencapai kinerja  yang lebih baik. Salah satu pelatihan yang saat ini sedang dijalankan adalah Pelatihan Kinerja Unggul (PKU) bekerjasama dengan Divisi 1 Infanteri Komando Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD). Pelatihan dilaksanakan langsung di kompleks KOSTRAD Cilodong, Bogor, Jawa Barat. Angkatan pertama, sebanyak  251 orang dari Mining Operations Division (MOD), telah memulai pelatihan sejak 21 Januari lalu dan akan berakhir pada tanggal 11 Februari 2013 nanti.

Menurut Posman, pelatihan ini direncanakan akan diikuti oleh karyawan operasi MOD dari semua tingkatan, mulai Operator, Supervisor sampai Superintendent. Angkatan kedua direncanakan mulai dilaksanakan tanggal 18 Februari 2013 sampai tiga pekan berikutnya.

Menyinggung materi pelatihan, menurut Posman, ada empat dimensi  yang menjadi pusat pembelajaran.Yakni, dimensi kebugaran, kepemimpinan diri, wawasan kebangsaan, kerjasama dan yang tidak kalah pentingnya adalah dimensi spiritual. Karyawan secara bertahap dan berlanjut mendapatkan pelatihan kesegaran jasmani sehingga karyawan lebih fit dan bugar. Diharapkan pelatihan kebugaran jasmani terus berlanjut menjadi kebiasaan rutin pribadi para karyawan, setelah pelatihan usai agar tetap menjaga kebugaran dan kesegaran jasmani.

“Semua dimensi ini menjadi materi setiap hari. Mereka bangun pagi terus sembahyang, lalu olahraga, mandi, sarapan dan  setelah itu upacara. Setelah itu peserta mengikuti berbagai aktivitas pelatihan,” terang Posman.“Selain materi yang disiapkan KOSTRAD, peserta juga mendapatkan materi  KPC, sebagai bagian dari pembangunan budaya KPC.”

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) KPC R. Utoro mengatakan, materi wawasan kebangsaan dan kejuangan, bertujuan untuk meningkatkan kecintaan peserta terhadap bangsa dan negara.   Menurut Utoro, mencintai bangsa dan negara bisa melalui rasa memiliki terhadap perusahaan dan menunjukkan sikap profesionalisme yang tinggi di bidang kerja masing-masing. “Karyawan perlu menyadari, bahwa KPC merupakan objek  vital nasional, yang memberikan kontribusi besar kepada negara,” kata Utoro.

Utoro menambahkan, hal lain yang perlu dikembangkan dalam diri karyawan adalah, perlunya memahami dan melaksanakan peran, fungsi serta tanggungjawab individu dalam satu tim. Dengan pemahaman itu, menurutnya akan muncul semangat dan motivasi serta saling bersinergi, sehingga terjalin kerjasama yang baik dalam mencapai tujuan bersama.

Sementara tentang materi kepemimpinan diri, bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan diri yang kuat, sikap saling menghormati danmenghargai satu sama lain, penguasaan diri, toleransi serta akan ahlak yang baik antara pemimpin maupun yang dipimpin.

Sementara itu, Posman Sirait menambahkan, sebelum digelarnya pelatihan tersebut, pihaknya terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi kepada karyawan, termasuk komunikasi mengenai kondisi perusahaan akibat dari melemahnya harga batubara dunia.“Awalnya ada yang mempertanyakan program ini. Namun setelah mengikuti program selama beberapa hari, mereka merasa senang. Saya mendengar cerita dari keluarga mereka bahwa para peserta antusias dan bersemangat,” kata Posman.

Tentang lembaga yang digandeng, yakni KOSTRAD, Posman mengatakan, “Mereka sudah berpengalaman memberikan pelatihan serupa kepada perusahaan. Dari perusahaan yang pernah mengirimkan karyawankelembaga ini, kami mendapatkan informasi bahwa hasilnya bagus.”

Selain menggelar Pelatihan Kinerja Unggul, mulai tahun 2011 lalu KPC menyelenggarakanpelatihan 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif secara berjenjang, mulai dari Eksekutif, dan hingga saat ini masih berlanjut kejenjang Supervisor. “Semua ini adalah bagian dari pembangunan budaya organisasi. Kami bersama-sama ingin mentransformasikan KPC menjadi perusahaan yang unggul secara berkelanjutan, sesuai dengan visi dan misinya,” tandas Posman.

“Lebih dari itu, kami percaya bahwa dampak Pelatihan Kinerja Unggul tidak hanya dirasakan secara pribadi oleh karyawan, namun juga oleh keluarga serta lingkungan sosialnya,” tutup Posman.(*/GWP)

Leave A Comment

*