Kejaksaan Bidik Rehab Gedung PLTR

SANGATTA,GWP (29/4) -Sejumlah pejabat di Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang (PLTR) Kutai Timur (Kutim) tampaknya bakal tidak nyenyak tidurnya. Pasalnya, dua lembaga hukum di Tanah Untung Benua , sedang membidik beberapa kegiatan di PLTR yang diduga bermasalah. Tak pelak, Ordiansyah Tarlan sebagai kepala dinas menggantikan Ardiansyah meletakan jabatan meski baru memegang dua bulan.

Pengunduran Ordiansyah Tarlan, memang mengundang berbagai pertanyaan sejumlah pihak termasuk pemilik lahan yang tanahnya akan dibeli Pemkab. “Saya ingin konsentrasi ke study yang sempat terkendala dalam beberapa tahun terakhir, namun jika soal Kenyamukan sebaiknya tanyakan ke Panitia Sembilan,”ujar Ordiansyah ketika ditanya wartawan beberapa hari sebelum meletakan jabatan.

Keheranan sejumlah orang itu terjawab, pasalnya dalam waktu tidak lama Polda Kaltim menyatakan pembebasan lahan Pelabuhan Kenyamukan dianggap bermasalah. Bahkan, Polda Kaltim sudah menetapkan tersangka. Belakangan diketahui Kejaksaan Sangatta, sedang membidik proyek rehabilitasi yang dilakukan tahun lalu. Proyek yang menghabiskan dana Rp2,3 M ini diduga bermasalah karena hasilnya jauh dari harapan. “Sekarang sedang dalam penyelidikan, sejumlah data dan keterangan terus digali,” kata Kajari Didik Farkhan.

Didampingi Kasi Intel Dodi Gazali Emil serta pejabat lainnya, diakui, penyelidikan belum tentu bermasalah namun sumber lain menambahkan rehabilitasi gedung PLTR seharusnya tidak dilakukan karena bangunannya belum seumur jagung. “Jika dibandingkan dengan kantor dinas lain, gedung PLTR itu termasuk baru bahkan belum lima tahun tapi sudah direhab berat padahal masih bagus,” ungkap sumber ini seraya menyebutkan pembongkaran gedung lama belum ada persetujuan bupati dan DPRD.

Selain gedung, diproleh keterangan Polres Kutim juga kini sedang menyelidiki kasus lain yang melibatkan pejabat di Dinas PLTR. Keterangan yang didapat dari Kapolres Kutim AKBP Budi Santosa, disebutkan ada sejumlah laporan masyarakat terkait Dinas PLTR. “Proyek yang ditangani Polda berbeda yang ditangani Polres, kini sedang dalam penyelidikan dan kemungkinan besar Mei nanti sudah dilakukan gelar pekara untuk menentukan status kasus,” ujar kapolres.(GWP-1)

Leave A Comment

*