Taman Kota Perlu Pengawasan

SANGATTA,GWP (29\1)- Taman Kota Sangatta (TKS) yang baru selesai dibangun Pemkab Kutim, menjadi daya tarik masyarakat. Setiap hari, dipastikan ratusan orang memadati TKS yang dibangun menggunakan eks lapangan sepak bola kecamatan ini. Namun sayangnya, arena bermain yang belum sebulan selesai dibangun kondisinya mulai mengenaskan pasalnya rumput yang baru ditanam kurang mendapat perawatan seperti air, selain itu kerap diinjak pengunjung. Dibeberapa sudut TKS bahkan dalam taman-taman tertentu, terdapat sampah berserakkan demikian pula pembatas arena bermain terutama untuk pengguna sepeda pancal. Sejumlah warga Sangatta yang bertandang ke TKS menyesalkan, masih banyak warga yang dengan bebas menginjak rumput – rumput yang terlihat jelas baru ditanam. Selain itu, sampah berserakan di mana-mana terutama sampah botol minuman kemasan serta plastik….

KANTOR KUA BANYAK MENYEWA

SANGATTA,GWP (29/1)- Sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kutim ternyata belum mempunyai kantor permanen, sementara perannya terutama dalam pembinaan ummat termasuk soal pencatatan pernikahan, dibutuhkan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutim, Fahmi Rasyad, menjelaskan dari 17 KUA kecamatan yang aktif di Kutai Timur ada 5 KUA kecamatan yang belum memiliki kantor dan masih menyewa rumah masyarakat yakni KUA Kecamatan Long Mesangat, Batu Ampar, Muara Ancalong dan Karangan. Sedangkan Kecamatan Teluk Pandan masih tergabung dengan Sangatta Selatan karena persyaratan administrasi dan perizinan KUA Teluk Pandan masih diproses. Fahmi menambahkan, terhadap KUA lainnya ternyata masih mendompleng pada bangunan milik Pemkab. “Statusnya rawan juga, kalau diambil lagi bisa ngak punya kantor,” ungkapnya. Disebutkan, dari 3 usulan rencana pembangunan…

Baru 60 Desa Buat Profil

SANGATTA,GWP (27/1)- Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas) Kutai Timur (Kutim) HM Erlyan Noor  mengakui UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mempunyai dampak positif dan negatif, karenanya harus dipertegas dengan aturan lainnya sehingga pelaksanaan dilapangan sesuai harapan. Bercermin dengan belum maksimalnya ADD dikelola aparat desa, ia merasa khawatir dengan di gelontorkannya dana cukup besar bagi desa justru menjadi bumerang bagi aparat desa terutama kades. “Jujur saja selama ini belum banyak sumber daya manusia aparat desa yang mumpuni, karenanya dalam beberapa tahun terakhir pendampingan dalam pengelolaan desa dilakukan Bapemas,” terangnya. Dalam jumpa pers di Kantor Bupati Kutim, Erlyan Noor menyebutkan mekanisme pengalokasian dana APBN untuk desa akan menjadi salah satu tugas yang diemban…

PEMKAB KUTIM PERKETAT PERJALANAN DINAS

SANGATTA,GWP (28/1)- Pemkab Kutai Timur memberlakukan peraturan perjalanan dinas (Pardis)  lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Melalui Perbup Kutim No 32 Tahun 2013 tentang Perjalanan Dinas jabatan bagi pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRD, PNS dan PTT Pemkab Kutim tahun 2014 yang mengatur perjalanan dinas benar-benar terarah dan selektif. Asisten Administrasi Setkab Kutim HM Edward Azran, kepada wartawan menyebutkan, salah satu terjadinya penurunan anggaran setiap SKPD pada tahun 2014 karena berdasarkan evaluasi  Pardis banyak digunakan tidak memberikan efek langsung terhadap kinerja SKPD bahkan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Penurunan pengalokasian anggaran setiap SKPD tujuannya untuk melihat sejauh mana masing-masing SKPD mempertimbangkan atau memperuntukan dana  tepat sasaran,” ujar Edward. Seusai mengikuti jumpa pers berkala Pemkab Kutim,…

5 GOLONGAN OTOMATIS TERDAFTAR DALAM BPJS

SANGATTA (28/1) – Kasi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Muliadi, mengatakan, untuk tahap kesatu ada empat golongan yang langsung terdaftar dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kutai Timur. Yang di maksut ialah peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas),Asuransi Kesehatan (Askes), Jamsostek kesehatan, anggota TNI beserta keluarga dan anggota Polri beserta keluarga. Sedangkan yang belum terdaftar dalam BPJS, maka akan di masukkan pada peserta perorangan. Dan hal ini harus mendaftarkan diri terlebih dahulu kepada bagian BPJS. “Jadi yang sudah terdaftar dan yang menjadi peserta Jam kesmas, Askes, asuransi kesehatan dan lainnya, secara otomatis terdaftar dan menjadi peserta dalam BPJS. Jadi tidak lagi mendaftarkan diri ulang. Adapun yang belum tergabung dalam golongan tersebut, maka di persilahkan mendaftarkan diri dan…

Edward Prihatin Banyak Pegawai Terlibat Pidana

SANGATTA,GWP (27/1)- Banyaknya oknum pegawai Pemkab Kutim terlibat tindak pindana baik korupsi maupun pidana lainnya, membuat prihatin Asisten Administrasi Setkab Kutai Timur (Kutim) Edward Azran. Menurutnya, terjadinya tindak pidana korupsi  yang ditangani aparat hukum dengan tersangka oknum pegawai termasuk penyalahgunaan obat terlarang karena terpengaruh budaya konsumtif sehingga mempengaruhi kinerja. “Jujur saja, ada oknum pegawai yang punya suami tiga padahal secara agama dan aturan tidak dibenarkan, tapi ketika ditelusuri kenapa bisa terjadi karena sang oknum tadi berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya yang melebihi kemampuan pendapatannya,” ungkap Edward. Terjadi penyimpangan yang diluar batas kewajaran, diakuinya akibat pemahaman akan larangan agama dan hukum tidak ditaati. Edward mengakui, persaingan hidup antarpegawai juga menjadi salah satu faktor terjadinya penyimpangan anggaran. Sebagai…

Baru 54 Persen Merekam data di e-KTP

SANGATTA,GWP (27/1)- Kesadaran penduduk Kutim yang mendatakan dirinya melalui program e-KTP masih lemah, baru melakukan setelah membutuhkan KTP. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) mencatat 54 persen penduduk Kutim yang sudah merekam datanya. Dari 18 kecamatan yang ada, diakui Kepala Dukcapil Kutim Murniansyah, ada tiga kecamatan yang perlu perhatian serius dalam pendataan perekaman e-KTP yakni Sangatta Utara, Bengalon dan Muara Wahau. “Ketiga kecamatan ini mobilitas penduduknya sangat tinggi, karenanya perlu perhatian serius namun karena keterbatasan anggaran difokuskan pada Sangatta Utara,” terang Murdiansyah. Disebutkan, pertumbuhan penduduk Kutim sangat pesat dari tahun ke tahun terutama pada kawasan yang terdapat persuhaan baik pertambangan maupun perkebunan. Namun, disayangkan banyaknya karyawan perusahaan yang tidak melapor akan mutasi kependudukannya. Bersama pejabat…

Isran Senang, PIS Ramai

SANGATTA,GWP (27/1)- Bupati Isran Noor mengaku senang aktifitas di Pasar Induk Sangatta (PIS) semakin mengelit, bahkan ia optimis pasar yang berada di Jalan Ilham Maulana ini berkembang pesat dan menjadi tujuan utama warga Sangatta selain pasar Sangatta Seberang dan Town Hall. “Jika kebersihan dan kenyamanan serta keamanannnya terjamin, orang akan semakins senang berkunjung ke pasar ini karenanya soal kebersihan harus dijaga betul-betul,” pesan Isran ketika bertandang ke PIS belum lama ini. Isran mengakui PIS kedepan akan dikembangkan menjadi pasar modern yang nyaman dan memenuhi kebutuhan masyarakat Sangatta. Bahkan Isran menaruh harapan, PIS menjadi sentra perdagangan di Kutim.  Kadisperindag Kutim Irawansyah ditemui terpisah,mengakui  pada awal dioperasikan pedagang yang  menempati kios dan lapak berjumlah 270 pedagang. Akibat,…

Baru Caleg, Sudah Jadi Tersangka

 SANGATTA,GWP (27/1)- Belum duduk sebagai wakil rakyat, dua calon anggota DPRD Kutim diduga terlibat pekara pidana yang kini sedang disidik Polres Kutim. Meski demikian, KPU Kutim tidak bisa mencegal keduanya sepanjang tidak ditarik partai sebagai pengusung. “Penarikan bisa dilakukan sepanjang sudah berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan,” jelas Hasbullah – salah satu anggota KPU Kutim. Dijelaskan, pada pasal 13 Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota juncto Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013 disebutkan salah satu syarat menjadi caleg adalah tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam hukuman penjara lima tahun atau lebih. “Jadi belum masuk…

SUDAH BANYAK NYAWA MELAYANG SIA-SIA DI JALAN

SANGATTA,GWP (27/1)- Banyaknya warga Kutim yang merenggang nyawa sia-sia di jalan karena terledor berlalulintas, menjadi perhatian Polres Kutim. Melalui sejumlah komunitas dan penghobi kendaraan, Wabup Kutim Ardiansyah Sulaiman berharap Gerakan Nasional Pelopor Keselamatan Berlalulintas (GNPKB) benar-benar dijadikan acuan untuk menjadi pengendara yang taat berlalulintas. Terjadinya kecelakaan lalulintas yang sampai merenggut nyawa manusia, ujar Ardiansyah, Minggu (26/1) kemarin, tiada lain akibat rendahnya kesadaran bagaimana berkendaraan yang baik dan benar terlebih-lebih dengan kondisi jalan di Kutim yang masih rusak berat dan sedang perbaikan. Hal senada diakui Kapolres Kutim AKBP Edgar Diponegoro, bahkan ia menilai masih banyak pengendara kendaraan roda empat yang tidak sabar dalam berlalulintas. Menurut Edgar, mencari nafkah boleh sebanyak-banyaknya tetapi keselamatan orang banyak lebih utama….