Bandara Sangkima Siap Dihibahkan Pada Pemkab Kutim

Sangatta — Ketiadaan fasilitas umum berupa fasilitas transportasi udara, berpengaruh pada lambannya laju investasi asing yang masuk ke Kutai Timur. Hal ini bukan tidak disadari oleh pihak pemerintah, maupun juga oleh pihak swasta yang menjalankan bisnis didaerah ini. Sehingga pihak PT Pertamina EP Sangatta melalui Manager Region KTI Sangatta yaitu Suyitno Salindeho, mengaku siap untuk menyerahkan eks bandara Pertamina di Sangkima, Sangatta Selatan untuk dikelola Pemkab Kutim.

Sepengetahuan Suyitno, pihak Dirut Pertamina yaitu Karen Agustiwan telah menandatangani rencana penghapusan aset berupa bandara, yang tidak lagi dipergunakan oleh perusahaan tersebut. “Dalam aturan standar Pertamina untuk pengelolaan aset yang tidak dipergunakan, dibagi dalam tiga buah perlakuan. Aset tersebut dapat diperjual-belikan, kemudian dapat dihibahkan, atau pilihan terakhir adalah dimusnahkan,” tukasnya.

Melihat kenyataan dilapangan, bahwa aset berupa eks bandara tersebut dapat dipergunakan untuk kepentingan umum maupun kemajuan daerah. Maka bandara Sangkima itu akan dihibahkan kepada Pemkab Kutim. Karena  pada  prinsipnya dari Pertamina sendiri sudah tidak masalah tinggal dewan komisaris, karena komisaris itu terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri terkait.

Sementara itu Wakil Bupati Ardiansyah Sulaiman mengatakan, eks bandara Sangkima akan segera di kerjakan setelah diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai aset daerah untuk dikembangkan menjadi bandara umum.
“Jika sudah diserahkan pihak Pertamina sebagai asset daerah, maka akan dikebangkan menjadi bandara umum bahkan sesuai perencanaan jangka panjang akan dijadikan sebagai salah satu pangkalan TNI Angkatan Udara,” terangnya.

Perlu diketahui, selama ini pihak Pemkab Kutim selalu mengandalkan bandara Tanjung Bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk menerima tamu-tamu penting dari Provinsi maupun Jakarta. Namun karena bandara penerbangan tersebut masuk dalam lokasi produksi perusahaan, tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan umum. Mengingat rentan dengan bahaya atau melanggar aturan safety dalam dunia pertambangan, sehingga hanya dapat dipergunakan dalam waktu tertentu dan tidak rutin.

Mendesaknya kebutuhan akan bandar udara, juga menjadi perhatian penting bagi para investor dan perusahaan perkebunan di wilayah Muara Wahau dan Kongbeng siap mempergunakan bandara udara perintis di Miau Baru untuk mempercepat laju investasi. Abdul Halim yang juga Manager Eksternal PT. Swakarsa Sinar Sentosa mengatakan bahwa keenam perusahaan yang berada dalam payung kelompok usaha Astra siap mendukung pengembangan bandara perintis ini. “Kami sudah mengadakan rapat bersama membahas pengembangan bandara perintis Miau baru, dengan pertimbangan adalah jika bandara atau lapangan perintis Miau Baru dimanfaatkan, mereka optimistis bahwa Muara Wahau dan Kongbeng semakin berkembang,” terangnya. (GWP)

Leave A Comment

*