free dating site
free online dating sites
dating site
dating sites
free online dating
free online dating
free dating
free dating websites
free online dating sites
free dating

4 Terpidana Koruptor Diburu Kejaksaan

SANGATTA,GWP (03/6) -Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai mengejar empat terpidana  korupsi yang melaksanakan amar hukuman. Ke-4 terpidana yang “ngumpet” dengan berbagai alasan itu, yakni  Anung Nugroho  yang sudah dipidana 15 tahun, kemudian  Apidian Tri Wahyudi, (12 tahun penjara), setelah itu   Bambang Utoro, terpidana dalam penyuapan penjabat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang dihukum 3,5 tahun penjara serta Agus Joka, tersangka dana Panwas Kutim yang menghilang sebelum diperiksa.

Kepada wartawan, Kajari Didik Farkhan menyebutkan,  personil pencarian terhadap keempat terpidana yang sudah masuk DPO, terbatas karenanya melibatkan tim Intel Kejaksaan Agung, Kejaksaan semua daerah serta Polri. “Lambat laun mereka pasti ditangkap, ketimbang beban moril sebaiknya segera menyerahkan diri,” ujarnya seraya menambahkan sudah tuapun tetap akan dijebloskan ke penjara.

Diakui,  terpidana Anung, Apidian  pernah berjanji akan datang menyerahkan diri untuk dieeksekusi namun nggak pernah   muncul, sesuai dengan janji.  Tak heran, kedua petinggi Perusda Kutim ini  dijadikan Kejaksaan Sangatta dalam “program”  DPO. Sementara Bambang Utoro, sudah sekitar enam bulan dicari, namun belum ketemu pasalnya   alamatnya yang dulu, sudah tak ada lagi. Sedangkan untuk Agus Joka, ini tersangka yang belum dapat disidangkan,  karena sekian tahun menghilang, setelah ditetapkan tersangka beberapa tahun lalu. “Kasus seplitannya dalam kasus ini sudah lama menjalani hukuman penjara,” jelas Didik.

Mengapa terpidana bisa lepas dari tahanan sementaranya, Didik mengakui selama ini proses hukum kerap berlangsung lama apalagi sampai ke MA. Karena kelamaan, akhirnya terpidana kerap habis masa tahannya dan bisa keluar. “Situasi inilah yang kerap dimanfaatkan terpidana kabur,” aku Didik.

Secara tegas Didik mengimbau terpidana menyerahkan diri saja ketimbang ditangkap saat bersama keluarga atau teman, bahkan dipaksa saat berada di tempat umum. “Saya pernah bincang-bincang dengan seorang terpidana korupsi di Kutim yang sempat melarikan diri, ternyata selama pelarian uang yang habis sangat banyak bahkan tersiksa terus karena takut tertangkap sehingga semua orang yang tak dikenal was-was,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Anung Nugroho terpidana kasus korupsi  penjualan saham divestasi PT KPC milik Pekab Kutim, termasuk Apidian Triwahyudi tak kunjung memenuhi panggilan untuk dieksekusi.  Karena itu Kejari memasukkan Mantan Direktur PT Kutai Timur Energi (KTE) tersebut dalam DPO, bulan April lalu.

Sebelumnya, Apidian melalui pengacaranya  mengajukan kesiapan untuk dieksekusi kejaksaan. Hanya saja, karena yang bersangkutan tengah menjalani pengobatan, maka kejaksaan memberikan waktu tambahan selama 2 minggu sebelum dieksekusi. Namun itu janji tinggal janji,  karena ternyata hingga kini tidak pernah hadir di Kejari Sangatta.

Anung dinyatakan bersalah oleh majelis kasasi Mahkamah Agung (MA) yang diketuai Djoko Sarwoko, Dalam putusan kasasi tersebut Anung yang semula dihukum 6 tahun penjara  oleh MA diperberat hukumannya menjadi 15 tahun penjara. Anung juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsider 8 bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti Rp 800 juta.

Sementara itu, Apidian Tri Wahyudi yang sebelumnya diputus bebas di Pengadilan Negeri Sangatta, dinyatakan bersalah di tingkat kasasi MA dan dihukum selama 12 tahun penjara.  Ia  juga diharuskan membayar denda, senilai Rp 1 miliar, subsider 8 bulan kurungan, serta membayar uang pengganti  Rp 770 juta.(GWP-1)

Leave A Comment

*